: :

Navbar Bawah

Sunday, August 18, 2013

7 Cara untuk menatasi sakit kepala

Kebanyakan orang sering mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu, apakah sakit kepala sebelah, belakang ataupun menyeluruh. Pengobatan penyakit ini bervariasi tergantung pada jenis sakit kepala yang Anda alami, tapi di sini ada beberapa cara cepat dan baik, serta solusi jangka panjang untuk menghilangkan rasa sakit kepala sebelum tak terkendali.

1. Meminum pereda nyeri sakit kepala. 
Kebanyakan obat penghilang rasa sakit tidak akan bekerja sebelum 30 menit, jadi mengambil dosis sesegera mungkin setelah Anda mulai merasa sakit kepala datang adalah kebijakan yang tepat. Bahkan jika Anda sudah terlanjur mengalami sakit kepala yang sangat dalam, dosis cepat ibuprofen, asetaminofen, naproxen, atau aspirin dapat menjadi pilihan utama.
Jangan minum aspirin jika Anda berusia di bawah 19 tahun, dan tidak memberikanaspirin pada anak anda. Ambil pereda rasa sakit alternative yang lain untuk menghindari Reye sindrom, meskipun jarang terjadi tapi sindrom itu mematikan dan merupakan konsekuensi meminum aspirin.

2. Minum banyak air. 
Dehidrasi dapat menyebabkan penyakit kepala, terutama jika Anda sudah baru muntah atau Anda pusing. Minum segelas penuh air segera setelah kepala Anda mulai sakit, dan mencoba untuk terus minum teguk kecil sepanjang hari. Anda secara bertahap akan merasakan sakit mulai mereda. Hindari minum apa pun yang dapat menyebabkan dehidrasi, seperti kopi, alkohol, dan minuman yang sarat dengan gula.


3. Cari tempat yang tenang, gelap untuk istirahat. 
- Jika Anda bisa, cobalah untuk berbaring dan rileks selama minimal 30 menit. Tutup tirai, mematikan lampu, dan fokus pada pernapasan Anda.

- Meminta keluarga atau teman anda agar tenang. Jika anda terpaksa harus beristirahat sekitar orang lain, jelaskan bahwa Anda memiliki sakit kepala dan meminta mereka untuk tenang dan meninggalkan Anda. Jika Anda ingin tidur atau tidur siang, jangan terlalu lama.

- Mengatur suhu kamar. Beberapa orang hanya dapat bersantai di ruangan yang sejuk, sementara yang lain lebih memilih selimut besar atau ruang pemanas. Cobalah untuk meniru kondisi apa pun yang terbaik bagi Anda ketika Anda pergi tidur di malam hari.

- Hindari memulai ketegangan sakit kepala lebih dini. Pastikan tempat tidur atau sofa Anda nyaman dan kepala Anda didukung dalam posisi yang tidak menyebabkan ketegangan leher Anda.

4. Gunakan kompres dingin
Menempatkan sesuatu yang lembut dan dingin di atas dahi Anda dapat membantu menyempitkan pembuluh darah, yang bisa mengurangi rasa sakit dari sakit kepala. Ini bekerja sangat baik jika masalah terkonsentrasi di pelipis atau sinus.

- Basahi kain lap dengan air dingin, dan taruh di atas dahi Anda. Rendam lagi dengan air dingin jika sudah terasa tidak dingin.

5. Pijat kulit kepala, leher dan lobus telinga. 
Melakukan beberapa pijatan ringan dapat mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit kepala, serta meningkatkan sirkulasi dan meredakan ketegangan. Untuk pijat dasar, lembut tekan jari Anda di atas pelipis, dan memindahkan mereka dalam lingkaran lambat.

6. Menikmati seks (Khusus bagi yang sudah menikah).
Tidak hanya dapat mengurangi stress dan tekanan darah, seks juga merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang pada gilirannya meningkatkan pelepasan endorfin, penghilang rasa sakit alami tubuh.

7. Berlatih teknik relaksasi. 
Orang-orang di seluruh dunia menggunakan berbagai trik untuk mengalihkan diri dari rasa sakit. Jika Anda berada di tengah-tengah sakit kepala, jangan khawatir tentang belajar sesuatu yang baru, apa pun yang paling dekat dengan zona kenyamanan Anda. Beberapa teknik relaksasi yang menjadi pilihan adalah meditasi, berdoa, pernapasan dalam dan mendengarkan suara -suara alam (air terjun, hujan dll).




Sumber : Web Sehat

Read More --►

Cara menghilangkan sakit perut tanpa obat

Salam sukses selalu buat sobat blogger semua. Setelah kemarin main tebak-tebakan dan ada yang bilang sudah basi, tapi ternyata masih ada juga yang tidak bisa menjawab. Tapi ternyata rata-rata sobat blogger IQ’nya di atas 160 karena bisa menjawab pertanyaannya dengan benar. Selamat yah yang sudah bisa menjawab, silakan ambil hadiahnya di toko sebelah sambil bawa uang masing –masing, hehe..

Okelah kita tinggalkan dulu tebak-tebakannya, sekarang saya akan berbagi tips sederhana yaitu bagaimana menghilangkan atau meredakan sakit perut tanpa menggunakan obat. Dan mungkin tips ini sudah ada yang tahu, tapi tidak apa-apa , semoga bermanfaat buat yang belum tahu. Pernahkah sobat mengalami sakit perut yang datang dengan tiba-tiba?. Sakit perut kadang datang tiba-tiba tanpa kompromi dan memberi tahu sebelumnya. Kadang ini sangat menggangu apalagi disaat kita sedang sibuk dengan pekerjaan. Saat ini banyak obat yang tersedia, baik di apotik, di toko-toko ataupun di warung-warung. Tinggal pilih saja mau merek apa untuk obat sakit perut ini.

Tapi jika mungkin sobat terkena sakit perut tengah malam. Tidak ada toko obat yang buka, persediaanpun mungkin tidak ada, apa yang bisa sobat lakukan untuk sekedar meredakan sakit perut ini?. Tenang, tidak usah khawatir, ada cara yang sangat sederhana untuk menghilangkan atau tepatnya untuk mengurangi rasa sakit ini yang tanpa menggunakan obat.

Menghilangkan sakit perut tanpa obat, mungkinkah? Sobat mungkin ada yang berfikir pakai batu kan? Soalnya waktu kecil dulu manakala sakit perut alias mules, orang tua kita ada yang menyuruh untuk mengantongi batu untuk meredakan sakit perut ini. Dan sepertinya tidak ada hubunganya antara sakit perut dan mengantongi batu kan? Heheh…

Nah, untuk menghilangkan sakit perut ini sobat tidak usah cari-cari batu untuk dikantongin atau mencari obat kesana kemari. Cukup cari posisi yang wuenak alias PW, bisa sambil duduk atau sambil berbaring juga tidak apa-apa. Setelah posisi dirasa nyaman dan usahakan senyaman mungkin. Setelah itu silakan buka bajunya, eit… jangan mikir yang macam-macam dulu yah. Maksudnya setelah buka bajunya, silakan sobat cari sumber rasa sakit di perut tadi dan silakan sobat usap-usap atau tepatnya di elus-elus dengan menggunakan ibu jari secara berlahan-lahan sampai hilang rasa sakitnya. Jika rasa sakit timbul lagi lakukan hal yang serupa untuk meredakannya sampai menemukan obat sakit perut yang bisa diminum. Mudah kan?

Cara ini hanya untuk meredakan rasa sakit perut yang bersifat sedang dan tidak untuk menyembuhkan. Jika sakit berkanjut silakan hubungi dokter atau silakan untuk mencari obat sakit perut yang manjur.

Semoga bermanfaat dan happy blogging…


Read More --►

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Cepat

Memiliki kulit yang putih dan mulus adalah dambaan setiap orang terutama bagi kaum perempuan karena hal tersebut sangat berpengaruh kepada penampilannya dan membuat lebih percaya diri. Hal yang sering mengganggu penampilan kalian adalah adanya bekas luka yang sangat mengganggu apalagi luka tersebut berada pada daerah yang strategis seperti di tangan,di daerah wajah, di kaki dan daerah lainnya yang mudah terlihat.

Bekas luka biasanya terjadi karena kecelakaan ataupun setelah melakukan operasi. Sekarang sudah sangat banyak beredar dipasaran obat yang bisa menghilangkan bekas luka dengan sangat cepat,tetapi kalau obat tersebut tidak cocok dengan kulitmu maka akan menimbulkan efek yang tidak baik untuk kulitmu.



Karena banyaknya obat-obatan berbahaya beredaran maka saran saya untuk mencobamenghilangkan bekas luka secara alami dan tentunya aman bagi kulit kamu. berikut ini ada beberapa tipsnya silahkan dibaca.

Cara Alami Menghilangkan Bekas Luka

Lidah Buaya
Ambil beberapa potong lidah buaya lalu cuci hingga bersih.Kupas kulit lidah buaya dan ambil bagian gelnya,oleskan gel tersebut pada area kulit yang terluka.Cara ini sangat efektif untuk mencegah pembentukan luka permanen khususnya luka bakar ringan.

Teh Hijau
Seduh air hijau dengan air panas,tunggu sampai dingin setelah itu ambil kapas dan basahilah dengan air seduhan the hijau tad,langkah berikutnya ialah mengoleskan bekas luka.selain mudah dan aman cara ini merupakan cara alami yang bagus untuk membantu menghilangkan bekas luka.

Madu

Tips cara menghilangkan bekas luka dengan madu, Selain manis dan nikmat ternyata zat-zat yang terkandung dalam madu juga sangat efektif untuk menyamarkan bekas luka.cukup oleskan madu pada bekas luka serlama beberapa kali dalam sehari. Dengan cara ini serlain akan membuat kulit tampak kencang dan bercahaya,juga dapat membantu menghambat bekas luka.

Daun Mint
Ambil beberapa lembar daun mint yang masih segar,jangan lupa dicuci hingga bersih lalu haluskan.Gunakan ramuan ini untuk mengatasi bekas luka.Cara ini juga dapat membantu menghaluskan bekas luka.

Minyak Zaitun
Selain digunakan untuk menambah cita rasa pada makanan ternyata mnyak zaitun juga dapat digunakan untuik membantu mengangkat bekas luka.Cukup dengan cara mengoleskan minyak zaitun pada bekas luka,niscaya bekas luka akan terangkat.

Jus Lemon
Jus lemon merupakan pemutih alami yang bisa membantu menyamarkan bekas luka dan belang-belang kulit.

Larutan Campuran
Buatlah larutan dari 1 sendok makan krim susu asam (gunakan yang bebas lemak untuk muka berminyak), 1 sendok makan oat meal yang telah di haluskan, 1 sendok makan yogurt dan beberapa tetes jus lemon. Setelah semua bahan tercampur rata oleskan larutan ke muka. Tunggu hingga kurang lebih 10 menit lalu bersihkan dengan air bersih. Cara ini cukup efektif untuk mengangkat bekas luka diwajah.

Semoga Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Cepat membantu kamu dalam masalah ini dan bekas luka yang ada cepat menghilang sedikit demi sedikit.
Read More --►

Friday, August 16, 2013

Lambang







1. Sejarah Lambang

Lambang Palang Merah

Lambang Palang Merah

Sebelum Lambang Palang Merah diadopsi sebagai Lambang yang netral untuk memberikan pertolongan kepada tentara yang terluka di medan perang, pada waktu itu setiap pelayanan medis kemiliteran memiliki tanda pengenal sendiri-sendiri dengan warna yang berbeda-beda. Austria misalnya, menggunakan bendera putih. Perancis menggunakan bendera merah dan Spanyol menggunakan bendera kuning. Akibatnya, walaupun tentara tahu apa tanda pengenal dari personel medis mereka, namun biasanya mereka tidak tahu apa tanda pengenal personel medis lawan mereka. Pelayanan medis pun tidak dianggap sebagai pihak yang netral. Melainkan dipandang sebagai bagian dari kesatuan tentara, sehingga tanda pengenal tersebut bukannya memberi perlindungan namun juga dianggap sebagai target bagi tentara lawan yang tidak mengetahui apa artinya. Lambat laun muncul pemikiran yang mengarah kepada pentingnya mengadopsi Lambang yang menawarkan status netral kepada mereka yang membantu korban luka dan menjamin pula perlindungan mereka yang membantu di medan perang.
Kepentingan tersebut menuntut dipilihnya hanya satu Lambang. Namun yang menjadi masalah kemudian, adalah memutuskan bentuk Lambang yang akan digunakan oleh personel medis sukarela di medan perang. Dalam suatu kurun waktu, ikat lengan berwarna putih dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan. Namun, warna putih telah digunakan dalam konflik bersenjata oleh pembawa bendera putih tanda gencatan senjata, khususnya untuk menyatakan menyerah. Penggunaan warna putih pun dapat menimbulkan kebingungan sehingga perlu dicari suatu kemungkinan Lambang lainnya. Delegasi dari Konferensi Internasional tahun 1863 akhirnya memilih Lambang Palang Merah di atas dasar putih, warna kebalikan dari bendera nasional Swiss (palang putih diatas dasar merah) sebagai bentuk penghormatan terhadap Negara Swiss yang memfasilitasi berlangsungnya Konferensi Internasional saat itu. Bentuk Palang Merah pun memberikan keuntungan teknis karena dinilai memiliki desain yang sederhana sehingga mudah dikenali dan mudah dibuat. Selanjutnya pada tahun 1863, Konferensi Internasional bertemu di Jenewa dan sepakat mengadopsi Lambang Palang Merah di atas dasar putih sebagai tanda pengenal perhimpunan bantuan bagi tentara yang terluka – yang kemudian berubah menjadi Perhimpunan Nasional Palang Merah. Pada tahun 1864, Lambang Palang Merah di atas dasar putih secara resmi diakui sebagai tanda pengenal pelayanan medis angkatan bersenjata.

Lambang Bulan Sabit Merah


Lambang Bulan Sabit Merah

Delegasi dari Konferensi 1863 tidak memiliki sedikitpun niatan untuk menampilkan sebuah simbol kepentingan tertentu, dengan mengadopsi Palang Merah di atas dasar putih. Namun pada tahun 1876 saat Balkan dilanda perang, sejumlah pekerja kemanusiaan yang tertangkap oleh Kerajaan Ottoman (saat ini Turki) dibunuh semata-mata karena mereka memakai ban lengan dengan gambar Palang Merah.Ketika Kerajaan diminta penjelasan mengenai hal ini, mereka menekankan mengenai kepekaan tentara kerajaan terhadap Lambang berbentuk palang dan mengajukan agar Perhimpunan Nasional dan pelayanan medis militer mereka diperbolehkan untuk menggunakan Lambang yang berbeda yaitu Bulan Sabit Merah.



Lambang Singa dan Matahari Merah

Gagasan ini perlahan-lahan mulai diterima dan memperoleh semacam pengesahan dalam bentuk “reservasi” dan pada Konferensi Internasional tahun 1929 secara resmi diadopsi sebagai Lambang yang diakui dalam Konvensi, bersamaan dengan Lambang Singa dan Matahari Merah di atas dasar putih yang saat itu dipilih oleh Persia (saat ini Iran). Tahun 1980, Republik Iran memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Lambang tersebut dan memilih memakai Lambang Bulan Sabit Merah.

Perkembangan Lambang: Kristal Merah

Lambang Kristal Merah

Pada Konferensi Internasional yang ke-29 tahun 2006,  sebuah keputusan penting lahir, yaitu diadopsinya Lambang Kristal Merah sebagai Lambang keempat dalam Gerakan dan memiliki status yang sama dengan Lambang lainnya yaitu Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Konferensi Internasional yang mengesahkan Lambang Kristal Merah tersebut, mengadopsi Protocol Tambahan III tentang penambahan Lambang Kristal Merah untuk Gerakan, yang sudah disahkan sebelumnya pada Konferensi Diplomatik tahun 2005.  Usulan membuat Lambang keempat, yaitu Kristal Merah, diharapkan dapat menjadi jawaban, ketika Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak bisa digunakan dan ‘masuk’ ke suatu wilayah konflik. Mau tidak mau, perlu disadari bahwa masih banyak pihak selain Gerakan yang menganggap bahwa Lambang terkait dengan simbol kepentingan tertentu. Penggunaan Lambang Kristal Merah sendiri pada akhirnya memilliki dua pilihan yaitu: dapat digunakan secara penuh oleh suatu Perhimpunan Nasional, dalam arti mengganti Lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah yang sudah digunakan sebelumnya, atau menggunakan Lambang Kristal Merah dalam waktu tertentu saja ketika Lambang lainnya tidak dapat diterima di suatu daerah. Artinya, baik Perhimpunan Nasional, ICRC dan Federasi pun dapat menggunakan Lambang Kristal Merah dalam suatu operasi kemanusiaan tanpa mengganti kebijakan merubah Lambang sepenuhnya.

2. Ketentuan Lambang
Bentuk dan Penggunaan
Ketentuan mengenai bentuk dan penggunaan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ada dalam:
1.     Konvensi Jenewa I Pasal 38 – 45
2.     Konvensi Jenewa II Pasal 41 – 45
3.     Protokol 1 Jenewa tahun 1977
4.     Ketetapan Konferensi Internasional Palang Merah XX tahun 1965
5.     Hasil Kerja Dewan Delegasi Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional tahun 1991
Pada penggunaannya, penempatan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah tidak boleh sampai menyentuh pinggiran dan dasar putihnya. Lambang harus utuh dan tidak boleh ditambah lukisan, gambar atau tulisan. Pada Lambang Bulan Sabit Merah, arah menghadapnya (ke kanan atau ke kiri) tidak ditentukan, terserah kepada Perhimpunan yang menggunakannya. Selanjutnya, aturan penggunaan Lambang bagi Perhimpunan Nasional maupun bagi lembaga yang menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Nasional, misalnya untuk penggalangan dana dan kegiatan sosial lainnya tercantum dalam “Regulations on the Use of the Emblem of the Red Cross and of the Red Crescent by National Societies”. Peraturan ini, yang diadopsi di Budapest bulan November 1991, mulai berlaku sejak 1992.
Fungsi Lambang
Telah ditentukan bahwa Lambang memiliki fungsi untuk :
1.    Tanda Pengenal yang berlaku di waktu damai
2.    Tanda Perlindungan yang berlaku diwaktu damai dan perang/konflik
Apabila digunakan sebagai Tanda Pengenal, Lambang tersebut harus dalam ukuran kecil, berfungsi pula untuk mengingatkan bahwa institusi di atas bekerja sesuai dengan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan. Pemakaian Lambang sebagai Tanda Pengenal juga menunjukan bahwa seseorang, sebuah kendaraan atau bangunan berkaitan dengan Gerakan. Untuk itu, Gerakan secara organisasi dapat mengatur secara teknis penggunaan Tanda Pengenal misalnya dalam seragam, bangunan, kendaraan dan sebagainya. Penggunaan Lambang sebagai Tanda Pengenal pun harus didasarkan pada undang-undang nasional mengenai Lambang untuk Perhimpunan Nasionalnya.
Apabila Lambang digunakan sebagai tanda pelindung, Lambang tersebut harus menimbulkan sebuah reaksi otomatis untuk menahan diri dan menghormati di antara kombatan. Lambang harus selalu ditampakkan dalam bentuknya yang asli. Dengan kata lain, tidak boleh ada sesuatupun yang ditambahkan padanya – baik terhadap Palang Merah, Bulan Sabit Merah ataupun pada dasarnya yang putih. Karena Lambang tersebut harus dapat dikenali dari jarak sejauh mungkin, ukurannya harus besar, yaitu sebesar yang diperlukan dalam situasi perang. Lambang menandakan adanya perlindungan bagi:
1.     Personel medis dan keagamaan angkatan bersenjata
2.     Unit dan fasilitas medis angkatan bersenjata
3.     Unit dan transportasi medis Perhimpunan Nasional apabila digunakan sebagai perbantuan terhadap pelayanan medis angkatan bersenjata
4.     Peralatan medis.

Penyalahgunaan Lambang
Setiap negara peserta Konvensi Jenewa memiliki kewajiban membuat peraturan atau undang-undang untuk mencegah dan mengurangi penyalahgunaan Lambang. Negara secara khusus harus mengesahkan suatu peraturan untuk melindungi Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Dengan demikian, pemakaian Lambang yang tidak diperbolehkan oleh Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan merupakan pelanggaran hukum.

Bentuk-bentuk penyalahgunaan Lambang yaitu :
1.  Peniruan (Imitation): 
Penggunaan tanda-tanda yang dapat disalah artikan sebagai lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah (misalnya warna dan bentuk yang mirip). Biasanya digunakan untuk tujuan komersial.
2.  Penggunaan yang Tidak Tepat (Usurpation):
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah oleh kelompok atau perseorangan (perusahaan  komersial, organisasi non-pemerintah, perseorangan, dokter swasta, apoteker dsb) atau penggunaan lambang oleh orang yang berhak namun digunakan untuk tujuan yang tidak sesuai dengan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan (misalnya seseorang yang berhak menggunakan lambang namun menggunakannya untuk dapat melewati batas negara dengan lebih mudah pada saat tidak sedang tugas).
3.  Penggunaan yang Melanggar Ketentuan/Pelanggaran Berat (Perfidy/Gravemisuse)
Penggunaan lambang Palang Merah atau Bulan Sabit Merah dalam masa perang untuk melindungi kombatan bersenjata atau perlengkapan militer (misalnya ambulans atau helikopter ditandai dengan lambang untuk mengangkut kombatan yang bersenjata; tempat penimbunan amunisi dilindungi dengan bendera Palang Merah) dianggap sebagai kejahatan perang


Read More --►

Monday, August 12, 2013

Sejarah Palang Merah Remaja

Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 – 1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebutPalang Merah Remaja.
Pada tahun 1919 didalam siding Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merahdan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh Negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.
Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remajayang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia. Sebelumnya pada awal pendirian bernama Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).
Syarat menjadi anggota PMR :
1.     Warga Negara Republik Indonesia.
2.     Usia :
PMR Mula             : Setingkat usia siswa SD/MI dari 7 – 12 th.
PMR Madya          : Setingkat usia siswa SMP/MTs dari 12 – 16 th.
PMR Wira             : Setingkat usia siswa SMA/SMK/MA dari 16 – 20 th.
3.     Dapat membaca dan menulis.
4.     Atas dasar kemauan sendiri.
5.     Mendapat persetujuan orang tua.
6.     Sebelum menjadi anggota penuh, bersedia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepalangmerahan.
7.     Permintaan menjadi anggota disampaikan kepada pengurus Cabang PMI setempat, melalui Pembina PMR masing-masing.
Tugas-tugas PMR disebut juga dengan Tri Bakti PMR, yaitu :
1.     Berbakti kepada Masyarakat.
2.     Mempertinggi keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan.
3.     Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional.

Read More --►

150 Tahun Palang Merah


8 Mei 1863 - 8 Mei 2013
150 Tahun Palang Merah
Aksi Kemanusiaan Tiada Henti Tanpa Diskriminasi
 


Click untuk menyimak "150 Years of Humanitarian actions"

Click untuk menyimak "History of The Red Cross"

Click untuk menyimak "The Story of an Idea"



Source : PMRmania
Read More --►

Wednesday, August 7, 2013

SELAMAT IDUL FITRI 1434 H




Kami keluarga besar PMR Wira SMA Negeri 84 Jakarta mengucapkan "Selamat Idul Fitri"
Minal Aidzin wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin :) 
Read More --►

Tuesday, August 6, 2013

Sejarah Palang Merah Internasional

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA PALANG MERAH
Pada tanggal 24 Juni 1859 di Solferino Itali Utara, pasukan Prancis dan Itali sedang bertempur melawan pasukan Austria. Pada saat itu H.Dunant tiba disana dengan harapan dapat bertemu dengan Kaisar Prancis (Napoleon III). H. Dunant secara kebetulan menyaksikan pertempuran itu. Saat itu dinas medis militer kewalahan dalam menangani korban perang yang mencapai 40.000 orang. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terlukaH. Dunant bekerja sama dengan penduduk setempat segera bertindak mengkoordinasikan bantuan untuk mereka. Setelah kembali ke Swiss, H. Dunant menggambarkan pengalaman itu ke dalam sebuah buku yang berjudul : UN SOUVENIR DE SOLFERINIO/ A MEMORI OF SOLFERINO yang artinya Kenang-kenangan dari Solferino TAHUN 1862. Dalam bukunya H. Dunant mengajukan 2 gagasan, yaitu :
1. Membentuk organisasi Sukarelawan, yang akan disiapkan di masa damai untuk menolong para prajurit yang terluka di medan perang.
2. Mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cidera di medan perang ,serta sukarelawan dari organisasi tersebut pada waktu memberikan perawatan.

Tahun 1863 Empat orang warga Jenewa bergabung dengan H. Dunant untuk mengembangkan keduagagasan tersebut. Empat orang tersebut adalah :
1. General Dufour
2. Dr. Theodore
3. Dr. Louis Appia
4. Gustave Moynier
Yang kemudian mereka bersama-sama membentuk Komite Internasional Palang Merah (KIPM) atau International Committee Of the Red Cross (ICRC). Berdasarkan gagasan pertama didirikanlah sebuah Organisasi Sukarelawan di setiap negara, yang bertugas membantu dinas medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut sekarang disebut LRCS (Loague Of The Red Cross Society) atau LPPMI ( Liga Perhimpunan Palang Merah) yang dibentuk tanggal 5 Mei Tahun 1919. Tahun 1992 berubah menjadi Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 

Palang Merah lahir berdasarkan keinginan untuk membantu korban perang, dan untuk pelaksanaan tugasnya pada tanggal 22 Agustus 1864 atas Prakarsa ICRC, Pemerintah Swiss menyelenggarakan konferensi yang diikuti 12 negara yang dikenal dengan Konvensi Genewa ( The Genewa Conventions Of August 12 1949 ) dengan hasil konfrensi :TUGAS PALANG MERAH :
Pada Waktu Perang 
1. Membantu Jawatan Kesehatan angkatan Perang
2. Memberi Pertolongan pada waktu perang

 Pada waktu damai
1. Membangkitkan perhatian umum terhadap azas dan tujuan Palang Merah
2. Menyebarluaskan Cita-cita Palang Merah Berdasarkan Prikemanusiaan
3. Menyiapkan tenaga dan sarana Kesehatan/bantuan lainnya untuk menjamin kelancaran tugas Palang Merah.
4. Memberi bantuan dan pertolongan pertama dalam setiap musibah/kecelakaan.
5. Menyelenggarakan PMR
6. Turut memperbaiki Kesehatan rakyat
7. Membantu Mencari Korban Hilang ( TMS ).

PALANG MERAH INTERNASIONAL
Palang Merah adalah suatu perhimpunan yang anggotanya memberikan pertolongan dengan sukarela berdasarkan perikemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan tanpa membedakan bangsa, agama dan politik.
Tiga macam Lambang Palang Merah yang resmi diakui Internasional :
1. Palang Merah diatas warna dasar putih Adalah kebalikan dari bendera Swiss sebagai lambang yang diakui untuk menghormati negara Swiss atau kewarganegaraan Dunant.( 1864 )
2. Bulan sabit Merah diatas warna dasar putih digunakan dinegara Arab ( 1876 )
3. Singa dan Matahari Merah diatas warna dasar putih digunakan di Negara Iran.

Arti Pemakaian Tanda Palang Merah :
 Pada Waktu Perang: Melindungi korban perang baik sipil atau militer, kesatuan kesehatan dan RS yang ditunjuk sebagai RS Palang merah oleh yang berwajib.
 Pada Waktu Damai: Di pakai sebagai petunjuk oleh jawatan kesehatan angkatan perang, Palang Merah Nasional dan beberapa Organisasi yang diberi ijin untuk memakainya.


PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH INTERNATIONAL
 Prinsip dasar Palang Merah dikenal dengan 7 Prinsip Palang Merah yang disahkan di Wina ( Austria )oleh Konferensi International Palang Merah dan Bulan Sabit Merah XX tahun 1965. Terdiri atas :

1.Kemanusiaan ( Humanity ) Bahwa gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah didirikan berdasarkan keinginan untuk memberikan pertolongan tanpa membedakan korban dalam pertempuran, berusaha mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia.

2.Kesamaan ( Importiality ) Bahwa gerakan ini tidak membedakan bangsa, suku, agama dan politik, tujuannya semata-mata untuk mengurangi penderitaan manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan yang paling parah.

3.Kenetralan ( Neutrality ) Bahwa gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan Politik, agama, suku, atau ideologi agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak.

4.Kemandirian ( Independence ) Bahwa gerakan ini bersifat mandiri, tugasnya membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan, harus mentaati peraturan negaranya dan harus menjaga otonomi negaranya sehingga dapat bertindak sesuai dengan prinsip pelang merah.

5.Kesukarelaan ( Voluntari Service ) Gerakan ini memberi bantuan secara sukarela bukan keinginan mencari keuntungan.

6.Kesatuan ( Unity ) Gerakan ini dalam suatu negara hanya terdapat satu perhimpunan palng merah atau bulan sabit merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah.

7.Kesemestaan ( Universality ) Bahwa gerakan ini bersifat semesta dimana setiap perhimpunan mempunyai hak dan tanggung jawab yang sama dalam menolong sesama


Read More --►